Tuesday, November 28, 2006

Chinese Proverb

Tell me and I forget
Show me and I remember
Involved me and I understand

Wednesday, November 22, 2006

Sahabat terdekatku

Waktu TK aq kayaknya ga punya sahabat terdekat. Sedangkan Di SD cuma ada satu, Nanang. Hingga kini aq tak tahu kemana Nanang. Kami tak pernah bertemu lagi.

Di SMP sudah mulai banyak. Ada Iddo, Tomi, Rio, Ririn, Mike, Kuntadi, Udin, Desi, dan Eki. Cuma 9 orang, tapi bagiku cukup banyak saat itu. dari 1 orang waktu SD menjadi 9 orang di SMP. kadang-kadang kami berkumpul kembali sampai saat ini, terutama dengan Tomi dan Rio.

Di SMA aq ga mau pilih-pilih sahabat dekat lagi. Lagipula kondisinya mendukung. Hidup di asrama dan kami tinggal hampir 24 jam di lingkungan yang sama, SMA Titian Teras Jambi (disingkat TT). Di TT, hanya ada 2 hingga 3 kelas dalam satu angkatan karena itu kami wajib hafal nama semua teman kami sejak seminggu pertama di sana.

Angkatan kami adalah angkatan 6. Kami berasal dari daerah yang berbeda-beda dari seluruh pelosok Jambi, yakni dari 4 kabupaten dan 1 kotamadya. Sekarang sih udah berubah komposisinya, klo ga salah 9 kabupaten dan 1 kota. Keakraban kami tidak putus hingga sekarang. Kalau lebaran, anak kotamadya hampir selalu ngumpul dan lengkap. Tidak ada yang absen. Kalau pun ada dan yang absen tahu ada acara kumpul-kumpul, ia selalu marah. "Koq ga ngasitau sih", kira-kira begitu ia mengungkapkan kekesalannya.

Nah, sekarang di kuliah suasananya benar-benar berbeda. IF02, Kami tidak selalu bersama seperti di asrama TT. Tapi aq tetap bertekad, aq ga mau pilih-pilih kawan lagi. Tapi ternyata hal itu sulit sekali. Ditambah lagi aq masih merindukan saat-saat aq bisa bertemu kembali dengan teman-temanku di TT, angkatan 6.

Begitulah adanya, awalnya aq merasa asing berada diantara IF02 meskipun sudah bela-belain ikut OS. Aq masih mengagung-agungkan persahabatanku dengan teman-teman di TT. Klo ga salah hal itu hinggap hingga tingkat 2. Baru sejak tingkat 3 aq merasa nyaman bersahabat dengan IF02.

Memang sepi sekali hidup tanpa teman. Aq bersyukur bisa terus menambah sahabat-sahabat dekatku. Dari tidak ada (waktu TK), 1 orang waktu SD, 9 orang waktu SMP, 63 orang di SMA, hingga 84 orang di IF02.

Salah Sambung

Iyan : "Halo"
Penelpon: "Halo. Ini dengan Rudi?"
Iyan : "Bukan, ini Iyan"
Penelpon: "Ini 08157311xxxx kan?"
Iyan : "Iya, benar"
Penelpon: "Nomornya benar koq. Ini Rudi kan?"
Iyan : "Bukan, ini nomor hp Iyan"
Penelpon: "Ah yang bener? Ini Rudi kan? Jangan main-main deh"
Iyan : "Bukan, ini Iyan"
Penelpon: "Tapi kan, nomornya 081573115484"
Iyan : "Iya, tapi ini Iyan. Salah nomor kali"
Penelpon: "Ayo lah, jangan main-main. Ini Rudi kan?"
Iyan : "Ya udah deh. Ini Rudi"
Penelpon: "Ah masak. Tadi katanya Iyan, bukan Rudi."
Iyan : "Yaa, karena kamu ga percaya Saya Rudi deh"
Penelpon: "Ah, mas pasti bohong"

Lalu telepon ditutup sang penelpon yang maksa tersebut :P

Sunday, November 12, 2006

Tiga Langkah Terakhir

Seorang penggali emas hidup di lahannya yang merupakan tambang emas termasyur sejak dahulu kala. Saat persediaan emas di lahannya mulai menipis, ia memutuskan untuk menjual lahan itu. Lalu membeli lahan baru yang menurutnya potensial sebagai tambang emas yang baru.

Harapan tinggal harapan. Ternyata lahannya yang baru tak kunjung menghasilkan. Rasanya sudah lama sekali ia mencari emas di lahan tersebut. Namun hasilnya tak kunjung terlihat. Akhirnya ia memutuskan untuk menjual lahan keduanya tersebut dan membeli lahan yang yang baru.

Tak lama kemudian, tersebar berita bahwa orang yang membeli lahannya yang kedua berhasil menemukan emas dalam jumlah yang besar. Bahkan kandungan emasnya diperkirakan lebih banyak daripada lahannya yang pertama. Dan emas pertama yang ditemukan di lahan tersebut terletak hanya tiga langkah dari tempat terakhir ia menggali.

Sunday, November 05, 2006

Cita-citaku

Waktu TK:Ga ingat

Waktu SD:Pengen jadi orang baik. Cuma itu yang kuingat dan memang ga detail. Pokoknya pengen jadi orang baik aja

Waktu SMP:Pernah pengen jadi sopir angkot (serius loh, he..he.., maklum masa-masa puber)

Waktu SMA:Disuruh ortu masuk STPDN ga mau, akhirnya disuruh jadi dokter. Aq mikir, enaknya dokter apa ya? Dokter anak aja deh, aq senang dengan anak-anak kecil. Tapi aq kan suka trial & error, bisa-bisa meninggal tuh anak orang. Akhirnya aq milih Ilmu Komputer atau Teknik Informatika karena cuma berhadapan dengan benda mati (ga takut trial & error lagi), lagipula bidang ini kan ga nimbulin polusi (padahal kalo dipikir-pikir lagi komputer kan pake listrik yang dibangkitkan menggunakan BBM :P).

Waktu Kuliah:Pernah pengen jadi penulis. Sampai sekarang sih masih pengen. Ini mulai dilatih. Soalnya enak sih. Tahu banyak (kan harus nyari bahan tulisan). Pemikiran kita dipublikasikan ke orang lain. Mudah2an dapat pahala kalo bermanfaat dan ikhlas. Trus dapat royalti lagi. Pokoknya asyik deh. Trus manfaat lainnya masih banyak lagi, seperti menstrukturkan pikiran, dll.

Trus pengen jadi pemimpin. Eit, bukan sembarang pemimpin nih. Aq jelasin ya. Pemimpin di sini belum tentu Ketua, Direktur, Kepala, atau apalah namanya. Aq lebih suka bekerja di balik layar. Mungkin istilahnya pemimpin informal. Kalau dalam suatu perusahaan ada seorang direktur, maka sang direktur itu cuma jabatan, belum tentu pemimpinnya. Misalnya Direktur memerintahkan sesuatu pada semua karyawannya. Ternyata belum ada respon. Hingga salah seorang karyawannya, misalnya Si A, mengajak teman-temannya karyawan yang lain, barulah perintah direktur dilaksanakan. Sang direktur adalah pemimpin formal, sedangkan si A adalah pemimpin informal. Gitu ceritanya.

Pengen jadi pebisnis juga. Yup, menjadi pebisnis adalah salah satu jalanku mencari teman-teman baru yang banyak dalam suatu kegiatan yang bermanfaat. Bagiku bisnisnya penting, tapi menemukan teman-teman yang baik lebih penting. Just wait & see.

Sekarang:Aq ingin jadi orang biasa yang berbuat luar biasa ;)

Tolong doakan ya!

Nasihat Henry Ford

Henry Ford pernah ditanya oleh seorang karyawan muda yang ambisius, "Bagaimana Saya dapat membuat hidup Saya berhasil?".

Jawaban Tuan Ford sederhana saja, "Bila Anda memulai sesuatu, selesaikanlah."

Kita harus berpegang teguh pada tujuan. Jika Kita berusaha sekuat tenaga, akhirnya Kita akan berhasil, insyaAllah.

Do'aku Minggu Ini

Ya Allah, ya 'Aliim, jauhkanlah dari kami prasangka. Terutama prasangka yang benar-benar tidak benar. Amiin.

Kata-kata Mutiara

* Tidak peduli berapa kali Anda mengalami kegagalan. Yang penting berapa kali Anda bangkit dari kegagalan. (Abraham Lincoln)

* Never Give Up! (Fajri Hiza :P)

* Ga usah mikirin apa yang bisa kita dapat deh, capeek. Lakukan saja apa yang bisa kita perbuat (klo ga salah Aa Gym)

Percakapan Tukang Jam

Pada saat seorang Tukang Jam sedang memperbaiki sebuah Jam Tangan yang rusak, terjadilah percakapan antara Sang Tukang Jam dengan Jam Tangan yang rusak tersebut.

Tukang Jam: "Wahai Jam Tangan. Aku mohon, berdetiklah sebanyak 31.536.000 kali dalam setahun" Jam Tangan: "Wahai Tuan. Bagaimana bisa Aku berdetik sebanyak 31.536.000 kali dalam setahun. Banyak sekali" Tukang Jam: "Kalau begitu, berdetiklah sebanyak 86.400 kali saja dalam sehari" Jam Tangan: "Wahai Tuan. Bagaimana bisa Aku berdetik sebanyak 86.400 kali dalam sehari. Banyak sekali" Tukang Jam: "Kalau begitu, berdetiklah sebanyak 3.600 kali saja dalam sejam" Jam Tangan: "Wahai Tuan. Bagaimana bisa Aku berdetik sebanyak 3.600 kali dalam sejam. Banyak sekali" Tukang Jam: "Kalau begitu, berdetiklah sebanyak 60 kali saja dalam semenit" Jam Tangan: "Wahai Tuan. Bagaimana bisa Aku berdetik sebanyak 60 kali dalam semenit. Banyak sekali" Tukang Jam: "Kalau begitu, berdetiklah sebanyak 1 kali saja setiap satu detik" Jam Tangan: "Baiklah. Hal itu mudah. Aku akan berdetik sekali saja setiap satu detik"

Akhirnya Jam Tangan tersebut berhasil diperbaiki
(1 tahun = 365 hari = 31.536.000 detik1 hari = 86400 detik1 jam = 3600 detik1 menit = 60 detik)

Imsak & Lupa Saat Berpuasa

................................

Dua menit yang lalu, sirene tanda imsak sudah terdengar di radio. Adik baru saja selesai berwudhu untuk sholat subuh di masjid. Tiba-tiba ia memergoki Kakak sedang minum.

Adik: "Hayoo! Kakak ga puasa ya? Kan sudah sudah imsak"

Sang Kakak menjelaskan sambil tersenyum.

Kakak: "Kakak puasa Dik. Puasanya kan baru dimulai sejak azan subuh. Imsak itu supaya kita hati-hati aja. Itu pendapat ulama supaya tidak terburu-buru dalam menghentikan makan dan minum" Adik: "ooo" Kakak: "Yuk ke mesjid!" Adik: "Sir Yes Sir!", sambil memperagakan sikap tentara. Adik memang bercita-cita untuk jadi tentara.

Pukul 9 pagi, Adik memergoki Kakak lagi makan.

Adik: "Nah lho, kali ini ga akan bisa ngelak lagi"

Adik sebenarnya masih belum percaya penjelasan Kakak tadi pagi. Namun ia tak berani membantah. Adik menghampiri Ibu dan menceritakan kejadian tadi pagi dan diperkuat dengan pengamatannya barusan. Untuk kejadian pagi tadi, Adik mendapati penjelasan yang sama dari Ibu. Namun untuk yang kedua Ibu terkejut. Beliau segera mencari Kakak di ruang makan diikuti Adik.

Kakak baru saja menyelesaikan makannya ketika Ibu tiba. Dengan lembut Ibu bertanya, Ibu: "Lho, Kakak ga puasa? Ini kan bulan Ramadhan Nak." Kakak: "Astaghfirullah, Kakak lupa Bu" Ibu: "Ya sudah kalau memang lupa. Makanan itu rahmat dari Allah dan puasamu ga batal karena lupa." Kakak: "i..iya Bu", jawab Kakak malu. Apalagi Adiknya juga ikut melihat.

Adik cuma mengangguk-angguk tanda mengerti. Ia lalu bergegas pergi.

Beberapa saat kemudian, Kakak mendapati Adik sedang mengantongi roti dan permen ke sakunya.

Kakak: "Lho Dik, puasanya sudah batal? Kan bentar lagi azan zuhur."

Adik memang baru belajar berpuasa. Ia biasanya tahan berpuasa sampai azan zuhur.

Adik: "Adik masih puasa Kak" Kakak: "Koq ngantongi makanan?" Adik: "Ini buat persiapan Kak. Siapa tahu waktu main Adik lupa", jawabnya polos

.........................................

Tahukah Anda: Narsis berasal dari seseorang yang bernama Narcisus

Ternyata dulu di Romawi (atau Yunani kali ya, lupa euy :P), ada seorang pemuda yang bernama Narcisus. Ia memiliki wajah yang sangat tampan. Semua wanita pada zaman itu sangat mengagumi ketampanannya. Bahkan sebagian pria pun ikut menyukainya (hiiiyyyy, syerem).

Setiap hari, Narcisus selalu menyempatkan waktu untuk duduk di tepi sebuah kolam. Di sana, ia tak henti-hentinya mengagumi bayangan wajahnya sendiri di kolam.

Entah bagaimana caranya, narsis sekarang menjadi sebuah kata.

Saya Nervous Nih, Gimana Donk?

"Jri, gimana caranya supaya ga nervous?"

Dulu temanku pernah bertanya begitu padaku sebelum ia presentasi. Waktu itu aq ga tau jawabannya. Yaa, akhirnya kujawab agak ngasal sambil bercanda. Siapatau candaan itu bisa menghilangkan atau setidak-tidaknya mengurangi perasaan nervousnya. Kayaknya ga berhasil.

Baru beberapa hari setelah pertanyaan itu dilontarkan kepadaku, mas Andri Maadsa menjawabnya dalam talkshownya tentang motivasi di radio. Pertanyaan penelpon benar-benar sama, "Gimana caranya supaya ga nervous?".

"Ooo, gampang", jawab mas Andri enteng. "Gunakan hukum kekekalan energi. Nervous itu energi lebih, Mbak. Coba dialihkan. Lakukan sesuatu. Baca buku, persiapan, berdzikir, dll".

Well, it's worked form me. Aq sendiri sudah mencobanya meskipun tidak sengaja.

Waktu itu hari pelaksanaan sidang Tugas Akhirku. Sidang dilaksanakan jam 8, sedangkan Aq baru melakukan persiapan jam 7.15an. Sepi sekali pagi itu. Cuma ada beberapa orang seperti petugas dapur dan mahasiswa kuliah pagi yang datang telat.

Aq melakukan persiapan sendiri pagi itu. Mulai dari memeriksa lampu ruangan, membuka jendela, mengatur tempat duduk, memeriksa OHP, memindahkan komputer dari lab gaib ke ruangan 7605, instalasi program, dll. Semuanya kulakukan sendiri.

Sebenarnya Aq tak suka dengan yang namanya telat. Tapi waktu itu, kebiasaan telat di IF benar-benar membantu. Aq baru selesai persiapan pada jam 8.15. Begitu selesai persiapan, Bu Heny masuk (satu dari tiga dosen yang menghadiri sidangku). Alhamdulillah, pas banget waktunya.

Tubuh tak letih, hati tenang, dan semua persiapan sudah selesai. "Tetap tenang, tidak mudah terkejut, dan tidak terburu-buru", gumamku dalam hati. Kalau ga salah itu adalah salah satu diantara kunci-kunci sukses. Sidang berlangsung, masukan dari dosen tetap banyak, tapi alhamdulillah semuanya lancar.

Di beberapa kesempatan lain, hukum kekekalan energi tersebut juga manjur buatku. Misalnya dulu aq harus presentasi ke depan kelas, klo ga salah waktu itu kuliah OS. sebelum berdiri aq deg-deg-an. Akhirnya waktu berdiri aq senyum-senyum aja (atau lebih mirip nyengir kali ya). Deg-deg-an hilang, hati plong, presentasi lancar. Alhamdulillah.

(selamat mencoba!)

(Pengalaman Pertama) Berbuka di Kantor Polisi

Jum'at, jam 4 sore kurang dikit. Aq pulang ke kosan. Baru mau masuk kamar, tiba-tiba Pak Usep, pemilik kosan yang kutempati, menghampiriku.

"Ji!". Sebenarnya Pak Usep memanggilku dengan nama Pajri (pake EP-nya Sunda he..he.. :P). Tapi kalo disingkat jadi Ji. Ga tau darimana datangnya panggilan tersebut. Aq sih ok2 aja.

"Ji, kamar Ian dibobol. Kamar yang lain juga dibobol. Tapi anehnya teh ga ada yang ilang. Coba deh lihat ke atas Ji"

Kos-kosan kami terdiri dari 2 lantai. Kamar-kamarnya tidak ada yang sama dan dibangun secara nyicil, satu-satu maksudnya. Kalau kuperhatikan, dulu ruangan yang sekarang sudah jadi kamar kos ini adalah bekas ruang Tamu. Kelihatan banget dari tata letak pintu dan langit-langitnya. Pak Usep sendiri tinggal di bagian lain rumah itu bersama keluarganya. Bagian rumah yang jadi kosan memakai bekas pintu ruang tamu dan bagian yang satu lagi menjadikan garasi sebagai pintu utama. Rumah itu sangat luas.

Kamarku di lantai 1 bersama 4 orang teman kos yang lain di kamar kosnya masing-masing. Satu kamar yang paling luas di lantai ini masih kosong. Sedangkan di lantai 2 terdapat 4 kamar. Semuanya terisi. Salah satunya kamar Ian yang kebobolan dan kecurian.

Hari itu memang sepi sekali di bagian rumah yang jadi kosan. Semua anak-anak ke kampus kecuali salah seorang yang masih belum masuk kuliah, masih bimbel. Sedangkan di bagian lain justru rame sekali. Ada adek kecil yang baru datang pagi tadi jam 9. Anak Pak Usep melahirkan kemarin. Jam 9 tadi pagi baru pulang dari rumah bersalin. Tetangga banyak yang berkunjung lewat pintu garasi.

Dua kamar pertama di dekat tangga bobol. Isi kamarnya rapi. Tampaknya memang tak ada yang hilang. Cuma ada monitor komputer plus tv turner external di kamar itu. Monitor bekas itu paling sekitar 200ribuan dan tv turner eksternal 100ribuan. Wah, kayaknya malingnya tahu mana barang yang mahal. Hal itu akan terlihat nanti. Baca terus ya :P

Kamar ketiga bersih. Ga dibobol sama sekali. Ya wajarlah. Meskipun dengan kunci asli, kamar ketiga ini harus dibuka sepenuh hati dan lama. Kuncinya udah dol (rusak tapi masih bisa dipakai).

Di kamar ketiga, kamar Iyan, baru ada yang hilang. Sebuah unit CPU. Harganya mungkin 2 jutaan. Kunci kamarnya ga rusak. "Jangan-jangan Ian lupa ngunci kamar Ji. Soalnya kuncinya ga rusak sama sekali."

Waktu berlalu. Semua anak-anak udah pulang, termasuk Iyan, sang korban pembobolan. Akhirnya Iyan memutuskan untuk melapor ke Polisi. Kupinjam motor lalu kutemani Iyan ke polsek coblong, sebelah kantor kecamatan.

Jam setengah enam, sebentar lagi waktu buka. Polisi yang piket sedang menulis laporan. Saat buka tiba, si Bapak masih saja asyik mengetik laporan di komputer. Akhirnya polisi dari ruang utama, tempat polisi-polisi lain berkumpul, masuk mengajak kami berbuka. Kami mengiyakan. Aq dan Iyan senyam-senyum aja. Soalnya pengalaman pertama buka di kantor polisi. Dapat ta'jil gratis. Es shanghai dan gorengan he..he..

Setelah berbuka dan sholat, pembuatan laporan pencurian dilanjutkan. Lalu kami pulang.

(

*Hati-hati, sebelum mudik aja udah kemalingan. Apalagi saat mudik, lebih berbahaya. Waspadalah..waspadalah..

* Akhir ceritanya pendek banget (yang di kantor polisi), padahal dibenakku masih penuh nih. Lagi malas buat cerpen. Jadi penulis blog aja dulu.

* Kalo kecurian sebaiknya lapor polisi. Gratis, polisi-polisi-nya ramah-ramah & baik banget kecuali kalo bertemu oknum

)

Tidak Pernah Gagal

Thomas Alfa Edison berhasil menemukan lampu yang menyala setelah banyak sekali gagal dalam percobaan. Namun ia pernah berkata yang isinya kira2 begini:"Saya tidak pernah gagal. Justru Saya berhasil menemukan banyak sekali cara membuat lampu yang tidak dapat menyala. Tanpa itu belum tentu Saya bisa menemukan lampu yang dapat menyala."

Stop, Jangan Sok Ngatur!

Saat kita senang, kita kadang berucap dalam hati, "Alhamdulillah, Allah memuliakanku". Lalu saat dalam kesulitan, kita mungkin berucap dalam hati, "Astaghfirullah, dosa apa yang telah kuperbuat hingga Allah menghukumku dengan kesulitan ini". Seolah-olah ada algoritma dalam benak kita:

IF Saya dalam kesenangan
THEN Allah senang kepada kita
ELSE {Saya dalam kesulitan}
Allah sedang menghukum kita

Stop, jangan sok ngatur. Allah maha berkehendak. Suka-suka Allah donk, mau ngasi kesenangan kek, mau ngasi kesulitan kek. Urusan kita adalah "berniat yang benar, berusaha yang benar, bertawakal pada Allah, dan mengambil pelajaran dari hasil yang telah ditetapkan Allah". Jangan pernah meragukan keadilan akan keputusan Allah. (berdasarkan tafsir ibnu katsir tentang surat Al-Fajr ayat 15, 16, dan sebagian ayat 17)

Doa Anak yang Menjadi Pemenang

Kala itu mobil-mobilan tamiya sedang ngetrend di kalangan anak-anak. Distributor mobil-mobilan tersebut tidak mau kehilangan momen baik tersebut. Untuk makin mempromosikan produk jualannya, mereka mengadakan lomba balap mobil tamiya. Pesertanya gratis, tidak dipungut bayaran apapun. Sedangkan hadiahnya hanya untuk juara satu, yakni sebesar 200 ribu. Kontan saja lomba itu disambut baik oleh anak-anak. Setiap anak-anak yang ikut serta mempersiapkan mobil tamiya mereka dengan sebaik-baiknya. Mereka meng-upgrade mobil-mobil tamiya mereka agar dapat berjalan lebih kencang.

Diantara anak-anak peserta tersebut, Kulihat ada satu anak yang tidak meng-upgrade mobil tamiya-nya sama sekali. Pakaiannya sederhana. Tampaknya ia memang tidak punya uang lagi untuk meng-upgrade mobil tamiya-nya. Punya mobil tamiya aja sudah syukur. Demikianlah keadaan anak tersebut. Melihat kondisi mobil tamiya-nya sepertinya sangat tidak mungkin mobil anak itu bisa menang.

Sebelum berlomba, semua anak-anak peserta berdoa. Kulihat anak itu juga berdoa. Ia berdoa khusyuk sekali. Semua peserta juga melihat betapa khusyuknya anak itu berdoa.

Perlombaan sudah dimulai. Semua mobil melaju kencang, termasuk mobil anak yang berpakaian sederhana yang kuperhatikan dari tadi. Namun tentu saja jalan mobil anak tersebut kalah kencang dari mobil-mobil yang lain.

Medan trek lomba sangat sulit. Ada tanjakan melingkar seperti lintasan roller coaster. Tikungan-tikungannya sangat tajam.

Satu-persatu mobil-mobil tamiya keluar dari trek dan didiskualifikasi. Hingga akhirnya tinggal satu mobil yang tersisa, yakni mobil anak berpakaian sederhana tadi. Ya, mobilnya keluar sebagai pemenang. Terlihat dari ekspresinya anak itu sangat gembira.

Setelah penyerahan hadiah, panitia menanyakan kepada anak tersebut tentang doa apa yang dimintanya kepada Allah SWT hingga ia bisa menang. Anak itu berkata, "Saya meminta kepada Allah agar Saya tidak kecewa bila tidak berhasil memenangkan perlombaan ini".

(Sudah siapkah kita bila kenyataan belum sesuai harapan?)

Sepertiga Malam

Kala keheningan malam
Kuterbangun dan berwudhu
Menyambut sejuk cintamu
Dirikan tahajudmu

Tetapa tenangnya jiwa
Lepas sholat dan berzikir
Seakan tiada beban yang mampu lemahkan iman

Saat kurasa hati ini tenang
Terbukalah semua jalan ilmu
Terpikir yang mesti kulakukan
Tuk mengisi hidup di dunia
Ingin sampai masa akhir nanti
Kukan selalu beriman padamu

Ali Miza itu siapa sih Jri?

Kelas 3 SMA, masa-masa banyak ikut TO (Try-Out) SPMB. Di salah satu TO, kutulis namaku dengan "ai hiza". Ai salah satu nama kecilku (kebetulan jadi lab pilihanku utk ngerjain TA juga). Dan Hiza nama belakangku. Waktu lihat hasil TO, tahu-tahu nama "ai hiza" ga ada. Yang ada "Ali Miza". Kayaknya memang itu deh, kataku dalam hati. Soalnya hasilnya bagus :P Pulangnya langsung deh aq buat email "ali_miza@yahoo.com".

Perjalanan Menjadi Penulis Blog

Waktu SMA, guru Bahasa Indonesia-ku bernama Pak Hendri. Pak Hen, begitu panggilannya. Beliau punya cara yang unik dalam "memaksa" siswanya mengeluarkan inspirasi lewat kata-kata.

Sebelum kami (siswanya) masuk kelas, beliau meletakkan beberapa benda di atas meja. kadang di atas mimbar. pokoknya ditempat yang tinggi dimana kami semua bisa melihat benda-benda tersebut. Aq lupa-lupa ingat juga benda apa saja itu. Kalau tidak salah beliau pernah meletakkan vas bunga dan penggaris bersebelahan. Beliau bilang, "lihat kedua benda itu. Coba tulis, apa yang terpikir dalam benak kalian". Pada pertemuan-pertemuan berikutnya beliau melakukan hal yang sama dengan benda-benda yang berbeda.

Aq belajar mengarang pada saat itu. Memang bukan karanganku yang pertama. Tapi caranya itu loh, unik banget.

Beberapa minggu setelah hari itu, beliau bercerita pada kami, siswanya. Ternyata beliau melakukan itu untuk mengajar mengarang sambil menulis disertasinya. Yup, kami jadi kelinci percobaan dalam disertasinya.

Pas kuliah, ada bapak-bapak yang menjual buku dan kliping artikel-artikel buatannya. Pak Roesli Lahani Yusuf namanya. Biasanya beliau menjual tulisan-tulisannya sebelum sholat jumat di gerbang depan ITB. Aq berhenti untuk melihat-lihat. Kukatakan padanya, "Pak, Saya ingin jadi penulis. Ada buku yang bagus?". Akhirnya aq membeli sebuah buku berjudul "Kiat Menjadi Penulis dan Wartawan". Tentu saja buah karya Pak Roesli.

Wow aq dapat banyak dari buku itu. Yang paling berkesan adalah gaya penulisannya. Setiap paragraf terdiri dari kalimat-kalimat yang pendek dan sederhana. Mudah dicerna pembaca. Dalam hatiku aq berkata, "Kalau begini aq juga bisa". Amiin, mudah-mudahan kata-kata dalam hatiku terbukti.

Waktu ke lab SI, kulihat temanku lagi mengunjungi situs yang berisi formulir pemesanan sebuah buku. Kalau ga salah situs Metro TV. Wah, pasti buku bagus nih, soalnya ada di situs Metro TV. Waktu kutanya, ternyata buku itu tulisan Pak Habibi. Wow, Pak Habibi udah jadi penulis men. Keereen. Ternyata buku itu adalah kisah beliau saat menjabat jadi presiden.
Beberapa hari setelah itu, ada resensi buku tersebut di milis. Yang paling kuingat adalah pernyataan Pak Habibi tentang tulisannya sendiri. "Saya hanya menuliskan apa yang saya lihat, dengar, dan rasakan. Tidak pake katanya, katanya". Wow, lagi-lagi Aq berkata dalam hati, "Wah Aq juga bisa begitu Pak. Tinggal pilih momen mana yang mau Kutulis".
Sejak saat itu, keinginan untuk menulis makin menjadi-jadi. Yaudadeh, Saya menulis untuk diri sendiri dulu. Ngikutin salah satu kiat pak Roesli. Kan ada Blog.

Sunday, October 22, 2006

Masih Mau Jadi Penulis G Nih?

....masih mau jadi penulis g nih?
Begitu kata salah seorang temanku dalam tesimonialnya untukku di calon Buku Angkatan IF02. Ah, senangnya bisa menjawab pertanyaan itu dengan aksi nyata. Levelnya baru menulis untuk diri sendiri. Berikutnya untuk publik, amiiin.